Tugas 3 [Andreansyah] Sistem Bilangan SDG2BTI22
Sistem Biner dan Kode – kode digital merupakan dasar untuk komputer dan elektronika digital secara umum. Sistem bilangan biner seperti desimal, hexadesimal dan oktal juga dibahas pada bagian ini.
- Mengulas kembali sistem bilangan desimal.
- Menghitung dalam bentuk bilangan biner.
- Memindahkan dari bentuk bilangan desimal ke biner dan dalam biner ke dalam desimal.
- Penggunaan operasi aritmatika pada bilangan biner.
- Menentukan komplemen 1 dan 2 dari sebuah bilangan biner.
- Dan lain – lainnn...
Sistem Biner dan Kode – kode digital merupakan dasar untuk komputer dan elektronika digital secara umum. Sistem bilangan biner seperti desimal, hexadesimal dan oktal juga dibahas pada bagian ini.
Operasi aritmatika dengan bilangan biner akan dibahas untuk memberikan dasar pengertian bagaimana komputer dan jenis – jenis perangkat digital lain bekerja.
Sistem Bilangan
- Desimal = 0 - 9
- Biner = 0 - 1
- Oktal = 0 - 7
- Hexadesimal = 0 - F
Bilangan Biner
Sistem Bilangan biner merupakan cara lain untuk melambangkan kuantitas, dimana 1 (HIGH) dan 0 (LOW). Sistem bilangan biner mempunyai nilai basis 2 dengan nilai setiap posisi dibagi dengan faktor 2:
Bilangan Biner
Sistem Bilangan biner merupakan cara lain untuk melambangkan kuantitas, dimana 1 (HIGH) dan 0 (LOW).
Sistem bilangan biner mempunyai nilai basis 2 dengan nilai setiap posisi dibagi dengan faktor 2:
Konversi Desimal ke Biner
- Metode Sum-of-Weight.
- Pengulangan pembagian dengan Metode bilangan 2.
- Konversi fraksi desimal ke biner.
Metode Sum-of-Weight
Merupakan karakter dan fungsi yang terdapat pada keyboard komputer. ASCII – Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi. Kode tujuh bit: 27 = 128 kemungkinan grup kode Tabel 2-4 mencantumkan kode ASCII standar Contoh penggunaannya adalah: untuk mentransfer informasi antar komputer, antara komputer dan printer, dan untuk penyimpanan internal.
Sistem Bilangan Heksadesimal
Sistem bilangan yang menggunakan bilangan heksa desimal yang mana berbasis 16 dengan angka-angkanya yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F.
Sistem bilangan ini identic dengan sistem bilangan oktal, sehingga sistem bilangan heksadesimal dapat digunakan untuk menjadi alternative dalam menyederhanakan bilangan biner.
Soal dan Jawaban
1. Konversikan bilangan desimal ke biner: 1. 137
Jawaban:
137 : 2 = 68 sisa 1
68 : 2 = 34 sisa 0
34 : 2 = 17 sisa 0
7 : 2 = 8 sisa 1
8 : 2 = 4 sisa 0
4 : 2 = 2 sisa 0
2 : 2 = 1 sisa 0
Bilangan binernya 10001001
2. Konversikan bilangan desimal ke biner: 212
Jawaban:
212 : 2 = 106 sisa 0
106 : 2 = 53 sisa 0
53 : 2 = 26 sisa 1
26 : 2 = 13 sisa 0
13 : 2 = 6 sisa 1
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
Bilangan binernya 11010100
3. Konversikan bilangan desimal ke biner: 176
Jawaban:
176 : 2 = 88 sisa 0
88 : 2 = 44 sisa 0
44 : 2 = 22 sisa 0
22 : 2 = 11 sisa 0
11 : 2 = 5 sisa 1
5 : 2 = 2 sisa 1
2 : 2 = 1sisa 0
Bilangan binernya 10110000
4. Konversikan bilangan desimal ke biner: 95
Jawaban:
95 : 2 = 47 sisa 1
47 : 2 = 23 sisa 1
23 : 2 = 11 sisa 1
11 : 2 = 5 sisa 1
5 : 2 = 2 sisa 1
2 : 2 = 1 sisa 0
Bilangan binernya 1011111
5. Konversikan bilangan desimal 105 menjadi bilangan biner:
Jawaban:
105/2 = 52 sisa bagi adalah 1
52/2 = 26 sisa bagi adalah 0
26/2 = 13 sisa bagi adalah 0
13/2 = 6 sisa bagi adalah 1
6/2 = 3 sisa bagi adalah 0
3/2 = 1 sisa bagi adalah 1
1/2 = 0 sisa bagi adalah 1
Hasil pembagian tersebut kemudian diurutkan dari yang paling akhir hingga paling awal menjadi 11010012.
Jadi Hasil Konversi bilangan desimal 105 menjadi bilangan biner adalah 11010012.
6. Konversikan bilangan desimal nilai 50 menjadi bilangan biner:
Jawaban:
50/2 = 25 sisa bagi adalah 0
25/2 = 12 sisa bagi adalah 1
12/2 = 6 sisa bagi adalah 0
6/2 = 3 sisa bagi adalah 0
3/2 = 1 sisa bagi adalah 1
7. Penumlahan Bilangan Binner
1101(2)+1011(2)=……(2)?
1011(2)+0111(2)=…….(2)?
Jawab :
1101(2)
1011(2)
_____+
11000(2)
1+1=0 mempunyai carry(sisa) 1
1+0+1=0 carry 1
1+1+0=0 carry 1
1+1+1=1 carry 1
jadi hasil total adalah : 1111(2)
8. Mari kita jawab contoh soal pengurangan sistem bilangan biner berikut :
1110(2)-0101(2)=….(2)?
1011(2)-111(2)=….(2)?
Jawab :
1110(2)
0101(2)
_______+
10001(2)
0-1=1 borrow/pinjam sebelah 1
0-0=0 1 jadi nol karena dipinjam 1
1-1=0
1-0=1
Jadi total adalah : 10001(2)
9. Coba konversi 1101 ke angka desimal?
Jawab:
bilangan biner adalah 1101.
Jadi, 1101 = (1 X 2 3 ) + (1 X 2 2 ) + (0 X 2 1 ) + (1 X 2 )
= (1 X 8) + (1 X 4) + (0 X 2) + (1 X 1)
= 8 + 4 + 0 + 1
Jawaban yang benar adalah 13
10. Coba konversi 1001 ke angka desimal?
Jawab:
bilangan biner adalah 1001.
Jadi, 1001 = (1 X 2 3 ) + (0 X 2 2 ) + (0 X 2 1 ) + (1 X 2 )
= (1 X 8) + (0 X 4) + (0 X 2) + (1 X 1)
= 8 + 0 + 0 + 1
Jawaban yang benar adalah 9
11. Pertanyaan : Coba konversi 01.011.101 ke angka desimal?
Jawab:
bilangan biner adalah 01011101.
01011101 = (0 X 2 7 ) + (1 X 2 6 ) + (0 X 2 5 ) + (1 X 2 4 ) + (1 X 2 3 ) + (1 X 2 2 ) + (0 X 2 1 ) + (1 X 2 )
= (0 X 128) + (1 X 64) + (0 X 32) + (1 X 16) + (1 X 8) + (1 X 4) + (0 X 2) + (1 X 1)
= + 64 + 0 0 + 16 + 8 + 4 + 0 + 1
Jawaban yang benar adalah 93
12. Pertanyaan : Convert 01.100,011 ke desimal jumlah? Jawaban yang benar adalah 12,375
Sumber : Uhamka
Belum ada Komentar untuk "Tugas 3 [Andreansyah] Sistem Bilangan SDG2BTI22"
Posting Komentar